Tentang Kami


Nama Pardo Sir Coffee berasal dari singkatan nama tempat asalnya yaitu Parbaba Dolok Samosir. Pada awal tahun 2017, kami ikut dalam satu komunitas kopi di Pulau Samosir: MPIG-KAPS (Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis-Kopi Arabika Pulo Samosir). Di dalam komunitas tersebut kami mengetahui bahwa kopi Arabica varietas Sigararutang yang kami budidayakan dapat dijadikan minuman. Sebelumnya ada pernyataan bahwa kopi ini hanya untuk bahan baku cat, mesiu, obat, dll.

Untuk merintis usaha pengolahan kopi bubuk, kami bertekad untuk memperoleh Indeks Geografis Nasional (Sertifikat), dimana daerah yang mengusulkan ada syarat anggota MPIG-KAPS. Pada awalnya ada 3 orang tetapi kemudian hanya kami yang maju terus untuk menjadi pengolah kopi bubuk.

Bermodal tekad yang kuat dan semangat yang besar, kami mulai dari hal-hal yang terkecil misalnya alat roasting dan grinder yang masih meminjam dari salah satu teman, kami mulai belajar otodidak. Awal pemasaran kami mulai dengan membuat kemasan berlabel stiker sebanyak 200 lembar dan kami pasarkan masih dalam lingkup teman dan kerabat dekat. Ternyata para pelanggan memberikan testimoni yang baik dan puas dengan cita rasa kopi buatan kami.

Semangat kami pun bertambah, dan semakin yakin dengan kopi dari Samosir akan mampu bersaing dengan kopi dari daerah lain. Kopi olahan kami pun telah dilakukan pengujian cita rasa oleh Puslitkoka Jember dengan skor 85 (Excellent), masih di atas very good.

Bulan Oktober 2017 bermodalkan pinjaman dari bank, kami membeli mesin roasting kapasitas 1 kg, ditambah mesin grinder kapasitas semi industri, cetak label merk berupa stiker, dan kemasan kopi. Semua itu dilakukan untuk pengembangan usaha pengolahan kopi bubuk dengan hasil sangat memuaskan konsumen.

Bulan Desember 2017 melalui Gapoktan Maduma kami mendapatkan bantuan dana APBN dan kemudian bertambah lagi pada bulan Maret 2018. Sampai saat ini sudah ada bantuan APBN berupa dua unit bangunan pengolahan dan produksi yang dilengkapi perlatan didalamnya.

Sebelum bantuan peralatan APBN kami terima, kami juga telah diberangkatkan untuk mengikuti pelatihan di BBPP Lembang, sehingga peralatan yang kami terima dapat kami gunakan secara maksimal.

Bulan Oktober 2018 kami mengikuti Jakarta Coffee Week untuk memperkenalkan kopi Samosir ke kalangan pengusaha coffee shop sehingga sampai saat ini permintaan dari Jakarta semakin bertambah. Kemudian pada akhir tahun 2018 kami mengirimkan biji kopi ke Fiesta Kopi Toba di Kabupaten Humbang Hasundutan (Sipinsur) dan memperoleh juara 3 untuk green bean.

Akhir tahun 2018 juga kopi arabika Samosir telah mendapatkan Sertifikat Indeks Geografis dan Gapoktan Maduma oleh Pardo Sir Coffee mendapatkan penghargaan di bidang pengembangan kopi. Kami juga merupakan satu-satunya wakil dari Propinsi Sumatera Utara pada hari Dinas Perkebunan Nasional yang diadakan di Gedung Sate Bandung.

Kepercayaan konsumen penikmat PARDO SIR COFFEE tidak akan kami sia-siakan. Kami akan selalu menyajikan kualitas terbaik dan akan selalu berinovasi, hal ini untuk kepuasan masyarakat dan juga meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Sumatera Utara khususnya di Pulau Samosir.